November 5, 2009 by Reth™
Jaman sekarang, masih ada gitu orang yang melihat dan menilai orang lain hanya dari wajah dan penampilan luar doang?
Oh iya, masih ada. Dan pada kenyataannya, itulah pola pikir masyarakat dunia saat ini. Shallow you said…? Well, that’s the fact
Bersyukurlah kalian yang memiliki wajah dan penampilan luar yang telah disetujui dan diakui oleh dunia, sudah sepatutnya kalian bangga atas aset kalian itu.
Dan buat mereka (me, maybe?
) yang tidak masuk kualifikasi karena yang mereka punya hanyalah sebuah otak yang membuat cara berpikir mereka menarik dan pola sikap tegas yang berbeda -yang terkadang dunia memasukkannya kedalam kategori sebuah keanehan- cuma bisa menahan diri.
Tersingkir diujung jalan.
Posted in Private, Speaking, Thinking | 3 Comments »
October 21, 2009 by Reth™
Pernah terima hadiah, kado, gift, kenang²an ato apapun itu bentuk dan namanya dari orang² terdekat dalam hidup kita kan? Dan disetiap hadiah yang kita terima itu pastinya akan disertai dengan sebuah kartu ato kertas ato apa lah namanya yang biasanya berisikan ucapan selamat, hiburan, penyemangat, atopun bisa juga hanya menampilkan sederet kecil nama sang pengirim hadiah.
Continue Reading »
Posted in Private | 8 Comments »
Saya bukan orang yang bisa berkomunikasi verbal dengan baik.
*there, i said it. Now you know my secret*
Paling ga bisa kalo disuru ngungkapin apa yang aku rasain, bentuk² pemikiranku atopun isi hati dan otak dalam metode fonetik (suara dan kata² yang dikeluarkan dari mulut). Yang ada pastinya aku bakalan salah menyampaikan maksud, salah mengeluarkan respon, salah memberikan simbol, dan salah² yang laennya. Ujung²nya orang lain akan salah menginterpretasikan apa yang sebenernya mau aku sampaikan, bisa ditebak hasilnya? Sudah tentu dan pastinya adalah SALAH.
Continue Reading »
Posted in Thinking | 11 Comments »
September 10, 2009 by Reth™
Dia : semua laki² juga pengennya pacar mereka ga yang over independen Reth. Mereka juga pengen dijadi’in tempat manja²an sama pacarnya, ngeliat ceweknya fragile jadi mereka merasa berguna, merasa dibutuhkan untuk melindungi
Emang ga cukup dengan kata² yang dikeluarkan dari mulutku, bahwa aku membutuhkanmu? Isn’t it enough me saying that i need you?
Dia : Ya kadang kan laki² butuh dikasi penegasan juga dari tindakan. Gimana bisa dia betul² ngeliat kalo seorang cewek membutuhkan dia kalo si cewek over mandiri? Ga butuh dianter kemana², ga pengen dibeliin apa². Laki² kan ingin mengekspresikan rasa sayang mereka dengan ngasih ceweknya sumting, nganterin ceweknya mau kemana dia pergi, jagain dia biar ga kenapa²
I said i need you to be my beloved, am i? I’m not saying that i need someone to take me everywhere i want to go nor to buy me anything i want to have. I need a partner, not a driver or a treasurer
——
I’m an independent person, this is me. This is who i am. Apa aku harus menjadi orang lain yang lenjeh² sok manja, sok rapuh, yang tidak bisa berdiri sendiri dan butuh topangan orang lain terhadap orang yang disayanginya hanya sebagai bukti bahwa aku membutuhkan dia?
Do i have to?
Posted in Thinking | 13 Comments »
September 3, 2009 by Reth™
Sore tadi, aku baru saja menepati janji makan malam bersama dengan seorang teman beserta suami dan kedua anak remajanya disebuah Japanase resto dimall.
Meskipun aku baru pertama ini bertemu dengan anggota keluarganya dan makan malam bersama² mereka tapi ntah kenapa kita bisa cepat membaur satu dengan yang lainnya. Sambil sesekali bercanda, tertawa hahahihi disela² kegiatan mulut kita mengunyah makanan masing². Dibumbui dengan sedikit cerita² seputar dunia kerja kita (aku dan temanku ini disatukan dalam hubungan pekerjaan), obrolan kita terlihat akrab sekali, tidak ada kecanggungan. Mungkin karena memang suami temanku berjiwa muda, mungkin juga karena aku yang masih seumuran dengan anak² remajanya *yeaaah, you wish Reth!* Ga tau lah, it’s by nature.
Selama sesi makan malam itu, tiba² saja dalam hatiku timbul sebuah rasa yang asing. Perasaan yang tidak belum pernah muncul sebelumnya dari dalam diriku. Perasaan aneh.
Melihat kebersamaan mereka, satu keutuhan sebagai sebuah keluarga kecil. Memperhatikan tatapan mesra sang istri kesuaminya. Melihat dedikasi ibu kepada anak²nya melalui luwesnya tangan meracik campuran kecap asin, wasabi dan cabe sebagai teman makan anaknya. Melihat senyuman bangga sang suami pada istrinya. Melihat tawa riang sang anak² menggoda ibu mereka hingga si ibu tersipu malu.
It’s a very soothing moment.
Aku ingin.
Aku ingin punya sebuah keluarga, seperti mereka.
Bukan keluarga dimana aku menjadi bagian sebagai seorang anak. Aku sudah punya keluarga itu, dan itu takkan tergantikan. I love my fams.
Aku ingin punya keluarga.
Keluarga kecilku sendiri.
That would be cute, eh?
*Oh my…what’s happening with me?? Tanda² akhir jaman neh kayaknya!
*
Posted in Mumbling, Thinking | 13 Comments »